3/21/2023

Antara Zarathustra, Penyembah Api, Iran dan Agama Persia Kuno

Gambar : Zarathustra di salah satu bangunan di Persepolis, Iran
Agama atau suatu keyakinan yang mempercayai api sebagai Tuhan atau simbol dari sebuah sosok kebijaksaan. Agama atau kepercayaan itu biasa di sebut Zoroaster atau majusi. Agama ini dibawa dan di gagas oleh Zarathustra. Seorang keturunan Persia yang saat ini lebih dikenal dengan negara Iran.

Apa itu Zarathustra?

Zarathustra (bahasa latin: Zoroaster) adalah seorang pembawa ajaran sekaligus pencetus kepercayaan yang bernama Zoroastrianisme yang di anut oleh bangsa Persia kuno. Zarathustra adalah seorang keturunan Persia (sekarang Iran) yang diperkirakan hidup sekitar 1100-550 SM. Ada juga yang mengatakan dia hidup sekitar 1200-600 Sebelum Masehi.

Sebelum Zarathustra lahir dan memnyebarkan kepercayaannya, telah berkembang beberapa ajaran di Iran, diantaranya adalah kepercayaan Politeisme, Paganisme, dan Animisme. Politeisme adalah satu ajaran yang mempercayai dan mengajarkan untuk menyembah dan mempercayai lebih dari satu Tuhan. Paganisme adalah satu kepercayaan atau keyakinan kepada Setan. Sedangkan Animisme adalah satu kepercayaan dan keyakinan terhadap suatu benda di bumi ini mempunyai jiwa yang mesti di hormati agar tidak memberi dampak buruk terhadap kehidupan manusia.

Karena merasa tidak puas akan ajaran yang berkembang di iran pada saat itu Zarathustra kemudian berusaha membawa pembaharuan dengan mengajarkan ajaran-ajaran yang ia bawa. Pada waktu itu Zarathustra di anggap nabi yang mempunyai mukjizat-mukjizat dan karunia menyembuhkan penyakit. Dengan mukjizat itulah Zarasthusta menyebarkan ajarannya, yang kemudian menjadi ajaran yang berkembang besar di persia pada saat itu.

Arti Zarathustra

Berdasarkan harfiah Zarathustra di eja Zaraθ-uštra dalam bahasa Avesta, yang atara lain sebuah kata majemuk Bahuvhiri yang terdiri dari zarəta (lemah) dan uštra (unta). Yang di dapat diartikan secara lengkap "Ia yang memiliki unta-unta tua". Namun kadang-kadang kata zarəta juga di artikan sebagai "kuning" atau "emas". Sehingga juga dapat diartikan "ia yang mempunyai unta bewarna keemasan".

Dasar ajaran-ajaran Zarathustra adalah satu ajaran Monotheisme yang merupakan lawan dari Politeisme, yang mengajarkan untuk menyembah hanya satu Tuhan yaitu Ahura Mazda. Ahura Mazda yang menurut etimologis adalah Tuhan kebijaksanaan. Ahura Mazda sering kali di simbolkan dengan Farohar, yang memiliki sepasang sayap, ekor, dan sepasang kaki. Seorang sosok yang berdiri diantara dua sayap, berjenggot, memakai jubah, dan menggenggam sebuah cincin di tangan kirinya.

Ajaran-ajaran

Selain itu Zarathustra juga mengajarkan dan membenarkan kepercayaan terhadap makhluk-makhluk suci yang bersifat pengasih dan membantu kepercayaannya. Yang kemudian menurut sejarah setelah Zarathustra meninggal, kepercayaan terhadap makhluk-makhluk suci itu diubah menjadi konsepsi kedewataan yang dihubungkan dengan penciptaan alam, yang terdiri dari enam tingkat penciptaan beda-beda alam yaitu:

  • Asha Vanista sebagai dewa tata tertib dan kebenaran yang Indah dan sering di gambarkan sebagai dewa yang menguasai api
  • Vohu Manah sebagai dewa yang mempunyai hati nurani yang baik dan sering di gambarkan sebagai sapi jantan
  • Keshatra Vairya sebagai dewa pencinta dan menguasai segala logam 
  • Spenta Armaity sebagai dewa ibadah yang penuh dengan kasih dan juga yang menguasai bumi dan tanah 
  • Haurvatat adalah sebagai dewa kebulatan dan kekuasaan yang menguasai air dan tumbuh-tumbuhan 
  • Amertat, sama seperti Haurvatat, sebagai dewa kebulatan dan kekuasaan yang menguasai air dan tumbuh-tumbuhan 
Yang kemudian semua ajaran termasuk kepercayaan terhadap dewa-dewa tersebut di tuangkan dalam sebuah kitab yang disebut Gathas dan Avesta. 

Saat ini penganut agama Zoroaster terbesar banyak terdapat di negara Iran, yang dahulunya wilayah ini merupakan tempat lahirnya pendiri dan pencetus kepercayaan Zoroaster. Bahkan di beberapa wilayah di Iran masih terdapat bangunan kuil ibadah penganut Zoroaster seperti di Taheran maupun di Yazd. Ciri bangunan kuil itu dapat di kenali dengan tanda Farohar yang terdapat di dinding bangunan. 

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi pengetahuan untuk selalu terhindar dari pemahaman yang sesat dan dapat menjerumuskan kita dalam jurang kesyirikan. Jangan lupa bagikan.
 

No comments:

Post a Comment